Showing posts with label Teknik Komputer dan Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Teknik Komputer dan Jaringan. Show all posts

Wednesday, May 04, 2011

SERVER

1. WEB SERVER
Web Server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.
Cara Kerja Web Server
a. Menerima permintaan (request) dari client
b. Mengirimkan apa yang diminta oleh client (response)


HTTP dan HTTPS

a. HTTP (Hypertext Transfer Protocol) suatu protokol yang digunakan oleh WWW (World Wide Web). HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client. HTTP juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan juga web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini.
b. HTTPS (Securre HTTP) merupakan bentuk protokol yang aman karena segala perintah dan data yang lewat protokol ini akan diacak dengan berbagai format sehingga sulit untuk dibajak isinya maupun dilihat perintah-perintah yang dieksekusi.
Cara Kerja HTTP


2. Mail server adalah program daemon yang bekerja menampung dan mendistribusikan email dalam suatu jaringan.
Protokol yang umum digunakan antara lain :
- SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) digunakan untuk menyampaikan E-mail dari suatu host ke host lain.
- POP3 (Post Office Protocol v3) dan IMAP (Internet Mail Application Protocol) digunakan agar user dapat mengambil dan membaca email secara remote yaitu tidak perlu login ke dalam sistem shelll mesin mail server tetapi cukup menguhubungi port tertentu dengan mail client yang mengimplementasikan protocol POP3 dan IMAP.

3. DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol adalah sebuah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. komputer yang memberikan nomor IP inilah yang disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang melakukan request disebut DHCP Client.
Cara Kerja DHCP


4) FTP server
Suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client. Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :
a. Untuk tujuan sharing data
b. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer
c. Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user
d. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien
Cara kerja FTP:
- FTP Server listening di TCP port 21 yang kemudian akan digunakan sebagai port pengatur (control port) untuk membuat sebuah koneksi antara client dan server, mengizinkan client untuk mengirimkan sebuah perintah FTP kepada server dan juga mengembalikan respons server ke perintah tersebut.
- Server akan mulai membuka port TCP nomor 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan client untuk mentransfer data aktual yang sedang dipertukarkan saat melakukan pengunduhan dan penggugahan.
Client FTP dapat menghubungi FTP Server menggunakan URL (Universal Resource Identifier) dengan format ftp://namaserver. Misal: ftp://kambing.ui.ac.id
Aplikasi FTP
Aplikasi FTP Server : Proftpd, Vsftpd, Filezilla Server
Aplikasi FTP client : CuteFTP, Filezilla Client.


5) NTP (Network Time Protocol) server

NTP (Network Time Protocol) adalah sebuah protokol yang digunakan untuk menyinkronkan waktu pada setiap komputer yang terhubung dengan network tersebut. Proses sinkronisasi dilakukan dengan menggunakan protokol UDP port 123.
Sebuah jaringan NTP biasanya mendapatkan perhitungan waktunya dari sumber waktu yang terpercaya (NTP server). NTP server dapat menyinkronkan waktunya dengan client, namun client tidak dapat mengubah waktu pada NTP server.

6) DNS server
a. Pengertian DNS
Domain Name System (DNS) adalah Distribute Database System yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang menggunakan TCP/IP. DNS merupakan sebuah aplikasi service yang biasa digunakan di internet seperti web browser atau e-mail yang menerjemahkan sebuah domain ke IP address. DNS bekerja di port 53 UDP maupun 53 TCP. DNS adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki.
- Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).
- Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.
- Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya: microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.
Domain Name System (DNS) adalah sebuah aplikasi service yang berguna menerjemahkan sebuah domain name ke IP address dan salah satu jenis system yang melayani permintaan pemetaan IP address ke FQPN (Fany Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP address. DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke internet sererti Web Browser atau e-mail, Dimana DNS membantu memetakan host name sebuah computer ke IP address. Selain digunakan di internet DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau internet.
b. Kelebihan DNS
Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name.
- Konsisten, IP address sebuah komputer bisa saja berubah, tapi host name tidak harus berubah.
- Simple, DNS server mudah untuk dikonfigurasikan (bagi admin).
- DNS mudah untuk di implementasikan di protocol TCP/IP DNS server mudah untuk di konfigurasikan(Bagi admin) User tidak lagi di repotkan untuk mengingat IP address
c. Fungsi DNS
- Menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan nama komputer menjadi IP address).
- Kerangka Peraturan pengiriman secara kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod TXT.
- Menyediakan keluwesan untuk kegagalan computer,Beberapa server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya,Tiga belas server akar (root server) digunakan oleh seluruh dunia.
d. Kekurangan DNS
- User tidak dapat menggunakan nama banyak untuk mencari nama domain baik di internet maupun di intranet.
- DNS tidak mudah untuk di implementasikan.
- Tidak konsisten.
- Tidak bisa membuat banyak nama domain.
e. Cara Kerja DNS
- Ketika kita request suatu alamat, misalnya www.google.com dari host kita (misal : 10.121.222.54), maka host kita akan mencontact name server lokal untuk menanyakan dimanakah www.google.com berada.
- Name server (misal : 10.121.222.54), akan mengirimkan request tersebut di database lokal kita. Karena tidak ada, maka name server akan mengontak root DNS servernya, siapa yang memegang domain untuk (.com)
- Beberapa daftar Top Level Domain (TLD) yang ada sekarang adalah: com, net, org, biz, info, name, museum, dan tv. Sedangkan Country Code Top Level Domain (ccTLD) adalah: us, uk, fr, es, de, it, jp, ie, dll.
- Root server akan memberitahu IP address dari server DNS dari www.google.com . Kemudian DNS server lokal akan mengontak server DNS yang mengelola www.google.com . Kemudian DNS server tersebut akan memberitahu IP address dari www.google.com . baru host (misal : 10.121.222.54) akan merequest www.google.com dengan IP address tersebut.
f. Aplikasi DNS
- BIND (Berkeley Internet Name Domain)
- djbdns (Daniel J. Bernstein's DNS)
- MaraDNS
- QIP (Lucent Technologies)
- NSD (Name Server Daemon)
- PowerDNS
- Microsoft DNS (untuk edisi server dari Windows 2000 dan Windows 2003)
- dig (the domain information groper)

7) Proxy server
a. Pengertian
Merupakan salah satu firewall yang bekerja di Layer 7 OSI (Application Layer).
b. Fungsi Proxy Server
- Filter permintaan sehingga dapat meningkatkan security dalam jaringan. Proxy server dapat digunakan untuk memblok situs-situs tertentu yang tidak diijinkan oleh administrator maupun banner-banner yang ada dalam suatu web page.
- Caching web page (yaitu menyimpan web page yang biasa dikunjungi oleh client sehingga client tidak perlu mendownload semua konten-konten dari server-nya langsung namun dapat menggunakan cache yang telah tersedia pada proxy server). Hal ini tentu saja dapat meningkatkan kecepatan akses user dalam melakukan web surfing dan tentu saja dapat menghemat penggunaan bandwidth.
- Pengaturan hak akses (authentikasi) client.
- Bandwidth Management yaitu Proxy Server dapat mengatur besarnya bandwidth yang diberikan kepada masing-masing client.
- Gateway yaitu Proxy Server dapat berperan sebagai gateway antara jaringan lokal dan jaringan publik dengan menggunakan metode NAT (Network Address Translation) yaitu translasi IP Address private yang seharusnya tidak boleh ada pada routing internet untuk dapat terkoneksi ke internet dengan “meminjam” IP Address Public dari server.
c. Aplikasi
- Squid
- WinGate
- ProxyServer

8. SAMBA SERVER
a. Pengertian
Samba merupakan aplikasi UNIX yang memanfaatkan protokol SMB (Server Message block) yang memungkinkan Linux berkomunikasi dengan Windows. Samba server adalah fasilitas untuk berbagi informasi, dapat berbagi data (file sharing), berbagi perangkat keras/hardware seperti printer dan beberapa aplikasi lain antara OS Linux dan Windows seperti yang telah dusebutkan di atas. Samba server dapat mengatur siapa saja client yang diperbolehkan untuk mengakses dan menentukan hak aksesnya.
b. Fungsi
- Menghubungkan Linux dengan Windows
- Menempatkan Linux sebagai Primary Domain Controller seperti yang dapat dilakukan oleh Windows Server 2000
- Share file dan printer
- Memberikan authentication pada tiap client yang login ke dalam suatu domain pada suatu jaringan

Saturday, April 30, 2011

MENGGABUNGKAN VLAN DENGAN DYNAMIC ROUTING

1. DESAIN JARINGAN


2. LANGKAH KERJA
a. Konfigurasi VLAN
Konfigurasi pada Switch
- Membuat VLAN baru

Switch>en
Switch#conf t
Switch(config)#vlan 2 => jangan diisi 1 karena VLAN 1 merupakan default pada switch
Switch(config-vlan)#name aa => nama VLAN


Buat VLAN 3 , 4 , 2 RIP, 3 RIP, 4 RIP dengan menggunakan perintah dan langkah-langkah yang sama seperti di atas.

- Memasukkan interface ke suatu VLAN tertentu


Switch(config)#int fastEthernet 0/1 => nama interface
Switch(config-if)#switchport mode access => terdapat banyak pilihan; diantaranya access, dynamic, dan trunk, trunk digunakan untuk koneksi dengan router
Switch(config-if)#switchport access vlan 2 => akan dimasukkan ke vlan perpustakaan, nomor=2


Lakukan hal yang sama untuk interface berikut:
Interface FastEthernet 0/2 => vlan 3
Interface FastEthernet 0/3 => vlan 4

Lakukan hal yang sama pula pada switch 1 untuk interface berikut:
Interface FastEthernet 0/1 => vlan 2
Interface FastEthernet 0/2 => vlan 3
Interface FastEthernet 0/3 => vlan 4

- Koneksi dengan Router

Switch(config)#int fastEthernet 0/24 => nama interface yang terhubung dengan router
Switch(config-if)#switchport mode trunk


- Melihat Konfigurasi VLAN pada switch
Gunakan perintah :

Switch#show vlan brief

Konfigurasi pada Router

Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface fastEthernet 0/0.2 => (nomer VLAN)
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 2 => (nomer VLAN)
Router(config-subif)#ip address 192.168.0.100 255.255.255.0 => (Gateway PC VLAN 2)
Router(config-subif)#ex
Router(config)#interface FastEthernet 0/0.3
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 3
Router(config-subif)#ip address 192.168.1.100 255.255.255.0 => (Gateway dari Network 2, vlan 3)
Router(config-subif)#ex
Router(config)#interface FastEthernet 0/0.4
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 4
Router(config-subif)#ip address 192.168.2.100 255.255.255.0 => (Gateway dari Network 3, vlan 4)
Router(config-subif)#ex

Lakukan hal yang sama pada Switch 1.

b. Konfigurasi Dynamic Routing
- EIGRP (Router 0)

Router(config)#router eigrp 1
Router(config-router)#network 192.168.0.0 0.0.0.255
Router(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255
Router(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255
Router(config-router)# redistribute rip metric 100 2 255 100 1


Keterangan :
eigrp => protokol routing yang akan digunakan (pilihan lain : BGP, OSPF, dan RIP)
1 => Aoutonomous System number , khusus untuk routing protokol EIGRP
192.168.0.0 => network yang terhubung
0.0.0.255 => wildcard
redistribute => perintah yang berfungsi untuk menggabungkan routing protokol yang berbeda agar bisa terkoneksi.
rip => protokol routing yang akan di-redistribute
100 => parameter Bandwidth (dalam Kbits per second) untuk menentukan besarya metric
2 => parameter Delay (dalam microseconds)
255 => parameter Reliability (0-255, akan berarti 100% handal apabila diisi 255)
100 => parameter Load
1 => MTU

Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 172.16.1.0
Router(config-router)# redistribute eigrp 1 metric 1

- RIP (Router 1)

Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.10.0
Router(config-router)#network 192.168.11.0
Router(config-router)#network 192.168.12.0
Router(config-router)#network 172.16.1.0

c. Melihat routing table masing-masing router dengan perintah :

Router#show ip route

Friday, April 29, 2011

ACL (Access Control List) pada VLAN (Virtual Local Area Network)

Access List bekerja menyaring lalu-lintas data suatu network dengan mengontrol apakah paket-paket tersebut dilewatkan atau dihentikan pada alat penghubung (Interface). Kriteria yang digunakan Access List dapat berupa alamat asal paket datatersebut, alamat tujuan, jenis lapisan protokol atau informasi lain yang berkaitan.


a. Konfigurasi Dasar VLAN

Switch>ena
Switch#conf t
Switch(config)#int vlan 2
Switch(config-if)#ip address 192.168.0.100 255.255.255.0 => IP Gateway Client Vlan 2

b. Konfigurasi ACL
• Standard ACL : merupakan ACL pada switch yang lebih sederhana, sequence number hanya berkisar antara 1 – 99. Standard ACL tidak dapat memfilter berdasarkan protokol. Statement “permit” atau “deny” akan membolehkan atau mem-blok semua protokol.
Skenario :
VLAN 2 tidak diijinkan mengakses apapun pada VLAN 3 maupun 4.
Konfigurasi :

Switch(config)#access-list 2 deny 192.168.0.0 0.0.0.255
Switch(config)#int vlan 2
Switch(config-if)#ip access-group 2 in

Keterangan :
2 => sequence number, bernilai antara 1 – 99.
deny => memblok, bisa juga diisi dengan permit yang berarti mengijinkan
192.168.0.0 => Network Address, bisa juga diisi dengan “host X.X.X.X” untuk filter khusus pada host tertentu atau “any” yang berarti ke semua jaringan yang terhubung
0.0.0.255 => wildcard
in => memfilter paket yang keluar dari jaringan 192.168.0.0, bisa juga diisi dengan “out” yang berarti memfilter paket yang menuju jaringan 192.168.0.0

• Extended ACL : sequence number antara 100 sampai 199, dan dapat memfilter berdasarkan protokol.
Skenario :
VLAN 2 tidak dpat mengakses HTTP ke host atau client manapun di luar jaringan VLAN.
Konfigurasi :

Switch(config)#access-list 100 deny tcp 192.168.0.0 0.0.0.255 eq 80 any
Switch(config)#int vlan 2
Switch(config-if)#ip access-group 100 in

tcp => protokol yang akan difilter
80 => port
any => Destination Address ke semua jaringan, bisa juga diisi dengan “network_address wildcard” atau apabilai ingin ke host tertentu “host X.X.X.X”

c. Melihat konfigurasi ACL yang telah dibuat

Switch#show access-lists

PRAKTEK


Skenario :
- VLAN 2 tidak dapat mengakses web server pada VLAN 4 (192.168.2.3), VLAN 2 bisa ping ke mana saja.
- VLAN 3
=> IP Address 192.168.1.1 bisa ping ke VLAN 2, tidak bisa ping ke VLAN 3, bisa akses web server.
=> IP Address 192.168.1.2 bisa ping ke VLAN 2, tidak bisa ping VLAN 3, tidak bisa akses web server.
- VLAN 4 => tidak difilter, jadi hanya bisa ping ke VLAN 2 saja.

Konfigurasi:
- VLAN 2

Switch(config)#access-list 100 deny tcp 192.168.0.0 0.0.0.255 eq www 192.168.2.0 0.0.0.255
Switch(config)#access-list 100 permit icmp 192.168.0.0 0.0.0.255 any
Switch(config)#int vlan 2
Switch(config-if)#ip access-group 100 in

- VLAN 3

Switch(config)#access-list 101 permit tcp host 192.168.1.1 host 192.168.2.3 eq www
Switch(config)#access-list 100 permit icmp any 192.168.0.0 0.0.0.255
Switch(config)#int vlan 3
Switch(config-if)#ip access-group 101 in

Melihat hasil konfigurasi Access List

Switch#sh access-lists 
Hasil:
Extended IP access list 100
deny tcp 192.168.0.0 0.0.0.255 eq www 192.168.2.0 0.0.0.255
permit icmp 192.168.0.0 0.0.0.255 any (18 match(es))
Extended IP access list 101
permit tcp host 192.168.1.1 host 192.168.2.3 eq www (10 match(es))
permit icmp any 192.168.0.0 0.0.0.255 (8 match(es))

VLAN (Virtual Local Area Network)

1. VLAN
=>Berfungsi untuk membagi broadcast domain, sehingga dapat membagi suatu jaringan besar ke jaringan yang lebih kecil-kecil lagi.

2. Desain jaringan

3. Konfigurasi Switch

- Switch dihubungkan dengan Laptop menggunakan Console. Buka Terminal pada Laptop. Pada Terminal menggunakan CLI sehingga sebagian besar perintahnya hampir sama dengan CLI pada Router.

- Membuat VLAN baru
# ena
# conf t
# vlan 2  (jangan menggunakan 1, karena 1 sudah menjadi default VLAN pada switch).
# name perpustakaan  memberi nama pada VLAN
Buat VLAN 3 dan 4 dengan nama kantor dan lab_kkpi dengan menggunakan perintah dan langkah-langkah yang sama seperti di atas.

- Memasukkan interface ke suatu VLAN tertentu
# interface FastEthernet 0/1 => nama interface
# switchport mode access => terdapat banyak pilihan; diantaranya access, dynamic, dan trunk, trunk digunakan untuk koneksi dengan router
# switchport access vlan 2 => akan dimasukkan ke vlan perpustakaan, index=2
Lakukan hal yang sama untuk interface berikut:
Interface FastEthernet 0/2 => vlan 2
Interface FastEthernet 0/3 => vlan 3
Interface FastEthernet 0/4 => vlan 3
Interface FastEthernet 0/5 => vlan 4
Interface FastEthernet 0/6 => vlan 4

- Untuk menghapus vlan, gunakan perintah berikut:
# no vlan index_vlan
=> no vlan 2

- Untuk menghapus interface yang terhubung ke VLAN
# interface FastEthernet 0/1
# no switchport mode access
# no switchport access vlan 2

- Melihat Konfigurasi VLAN pada switch
Gunakan perintah :
# ena
# conf t
# show vlan brief => secara default VLAN yang terdapat pada switch hanya ada 1 yang terhubung dengan semua interface pada switch mulai dari interface FastEthernet 0/1 sampai dengan interface fastEthernet 0/24.

4. Konfigurasi Router
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface fastEthernet 0/0.2 => (index dari VLAN)
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 2 => (index dari VLAN)
Router(config-subif)#ip address 192.168.0.100 255.255.255.0 => (Gateway dari Network 1, vlan 2)
Router(config-subif)#ex
Router(config)#interface FastEthernet 0/0.3
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 3
Router(config-subif)#ip address 192.168.1.100 255.255.255.0 => (Gateway dari Network 2, vlan 3)
Router(config-subif)#ex
Router(config)#interface FastEthernet 0/0.4
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 4
Router(config-subif)#ip address 192.168.2.100 255.255.255.0 => (Gateway dari Network 3, vlan 4)
Router(config-subif)#ex

5. Lakukan perintah ping untuk menguji konektivitas jaringan.

Thursday, April 28, 2011

PERBEDAAN ROUTER, BRIDGE, SWITCH, HUB, REPEATER

a. Router
Definisi : Perangkat jaringan (bisa berupa router buatan pabrik atau router PC yang artinya komputer yang diseting menjadi router) yang digunakan untuk menguhubungkan dua LAN yang berbeda dan mem-forward data dari satu jaringan ke jaringan lain (antar jaringan yang berbeda dengan subnet yang berbeda) berdasarkan Network Address (bekerja pada OSI Layer 3 : Network Layer). Dapat menentukan jalur terbaik untuk melewatkan data, dapat digunakan untuk NAT yang memungkinkan jaringan private yang seharusnya tidak ada pada routing table internet dapat terkoneksi internet dengan “meminjam” alamat IP Publik jaringan tersebut yang diberikan oleh ISP.

b. Bridge
Definisi : Perangkat jaringan yang digunakan untuk menguhubungkan 2 jaringan LAN yang berbeda atau membagi suatu jaringan fisik yang besar dalam dua jaringan yang lebih kecil dengan tipe pengkabelan atau tipe topologi jaringan yang berbeda asalkan menggunakan protokol yang sama dan mem-forward data berdasarkan MAC Address tujuan yang bersifat unik di setiap Ethernet (bekerja pada OSI Layer 2 : Data Link Layer). Bridge dapat melakukan filtering dan me-manage trafik yang melewatinya.

c. Switch
Definisi : Perangkat jaringan yang secara sederhana didefinisikan dengan sebutan multiport bridge (banyak jaringan, tidak seperti bridge yang hanya menghubungkan 2 jaringan), masing-masing port dapat mendukung satu workstation, jaringan Ethernet atau jaringan Token Ring, bekerja di OSI Layer 2 (Data Link Layer) sehingga memforward data dan filter paket berdasarkan MAC Address dan dapat menghubungkan beberapa jaringan dengan tipe pengkabelan yang berbeda atau tipe topologi jaringan yang berbeda, misalnya Ethernet dan Fast Ethernet.

d. Hub
Definisi : Perangkat jaringan dengan banyak port yang memungkinkan beberapa titik (dalam hal ini komputer yang sudah memasang NIC) bergabung menjadi satu jaringan dengan catatan hanya memperbolehkan network dengan tipe jaringan yang sama, misalnya network dengan tipe jaringan Ethernet, network dengan tipe jaringan Token Ring, dll.

e. Repeater
Definisi : Perangkat jaringan (dapat berupa perangkat terpisah atau menjadi satu dengan hub) yang berfungsi untuk memperkuat sinyal agar data bisa mencapai jarak yang lebih jauh, digunakan untuk membatasi keterbatasan fisik (jarak dan kualitas sinyal) suatu segmen jaringan, namun tidak dapat melampaui aturan panjang kabel maksimum. Misalnya, kabel Coaxial 50 ohm pada Ethernet hanya bisa total sampai 2,3 Km dan batasan ini tidak dapat diatasi dengan menggunakan repeater.

Perbedaan antara:
1. Router dan Bridge

2. Switch dan Hub



Friday, April 22, 2011

DYNAMIC ROUTING PROTOCOL : OSPF (Open Shortest Path First)

1. Pengertian OSPF
Open Shortest Path First (OSPF)=
- routing protokol berjenis IGP yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal
- routing protokol yang berstandar terbuka
- menggunakan konsep hirarki routing
- menggunakan link-state
- menggunakan algoritma Dijkstra

2. Tipe Paket OSPF
a. Paket Hello - digunakan untuk membuat dan memelihara kedekatan antar router OSPF.
b. Database Description (DBD) - berisi rincian singkatan dari link-state database yang sudah terkirim dan digunakan oleh router penerima untuk mengecek dan membandingkan dengan link-state database lokal.
c. LSR – menerima pesan router lalu dapat meminta info mngenai DBD yg dikirim oleh LSR
d. LSU - Link-State Update (LSU) digunakan untuk membalas LSR serta memberitahukan informasi terbaru. LSU berisi 7 jenis tipe LSA (link state advertisement).
e. LSAck - Bila LSU diterima, router akan mengirimkan LSAck untuk mengkonfirmasi penerimaan LSU.


3. Administrative Distance
Administrative distance (AD) dapat dipercaya (preferensi/privasi) dari sumber rute. OSPF memiliki default administrative distance 110.

4. Konfigurasi OSPF
Router (config) # router ospf process-id
Router (config-router) # network net-address wildcard-mask area area-id

Process-id => untuk mewakili sebuah contoh dari protokol masing-masing yang berjalan pada router.
Wildcard-mask => 255.255.255.255-subnet. Missal, network dengan subnet mask 255.255.255.252 maka wildcard-mask-nya dapat dihitung dengan 255.255.255.255 dikurangi 255.255.255.252 maka hasilnya 0.0.0.3
Area-id => dalam satu jaringan area-id harus diisi sama.

5. OSPF Metric
OSPF menggunakan sebuah metric yang disebut sebagai cost (biaya). Cost berhubungan dengan output interface pada setiap router. Semakin rendah nilai cost semakin besar kemungkinan untuk forwarding data.
6. Keunggulan OSPF
- Tidak ada pembatasan hop count atau cost
- Bisa menggunakan metode VLSM
- Convergence lebih baik
- Dapat ditambahkan authentfication
- Memiliki gambaran lengkap tentang topologi suatu jaringan
- Router menentukan jalur trafik yang lebih efisien berdasarkan cost
- Adanya konsep pembagian area
7. Kelemahan OSPF:
- Kinerja router cenderung melambat ketika banyak neighbor bertambah

DYNAMIC ROUTING PROTOCOL : EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)

1. Pengertian
EIGRP diartikan sebagai ENHANCED distance vector routing protokol yang disempurnakan, yang masih merupakan distance vector routing protocol.
Sebuah prokol dinamic routing yang merupakan pengembangan dari IGRP yang mempunyai fitur sebagai berikut:
- RTP (Teliable Transport Protocol)
- Bounded Update
- Diffusing Update Algorith
- Membuat adjacencies
- Neighbor and topology table

2. Perbandingan EIGRP dengan IGRP

3. EIGRP Metric


• Metric adalah suatu ukuran yang digunakan untuk menentukan nilai cost dari suatu route menuju network tertentu.
• Komponen-komponen Composite metric:
a. Bandwidth
b. Delay
c. Reliability
d. Load
• Secara default EIGRP hanya menggunakan Bandwidth dan Delay saja saat penghitungan metric untuk menentukan jalur terbaik.
• Value seperti Reliability dan Load bisa dipakai, tetapi tidak direkomendasikan karena dapat menimbulkan kalkulasi ulang yang terlalu sering pada tabel topologi.
• Penghitungan Composite Metric menggunakan nilai K è K1 – K5 atau yang biasa disebut dengan metric weight. Secara default:
K1 – Bandwidth => 1
K2 – Load => 0
K3 – Delay => 1
K4 – Reliability => 0
K5 – Reliability => 0
Hasil : hanya bandwidth dan Delay saja yang digunakan untuk perhitungan metric secara default.
• Nilai default dari K dapat diganti dengan perintah berikut:
Router(config-router)#metric weights tos k1 k2 k3 k4 k5
Rumus Perhitungan Metric EIGRP :
• Memodifikasi Bandwidth
Gunakan perintah bandwidth untuk memodifikasi bandwidth metrik:
Router>ena
Router#configure terminal
Router (config)#interface serial 2/0
Router (config-if)#bandwidth kilobits
Router (config-if)#exit


4. DUAL (Diffusing Update Algorithm)
adalah algoritma yang digunakan dalam EIGRP untuk memastikan atau memilih jalur atau rute atau path dengan “cost” paling rendah dan bebas looping serta menentukan path bebas loop cadangan untuk mencapai tujuan.
Istilah-istilah penting dalam “DUAL”:
a. Successor (pengganti) :
Sebuah router tetangga yang digunakan untuk memforward packet dan merupakan rute dengan cost paling sedikit menuju network tujuan.
b. Feasible Distance (FD):
kalkulasi metrik terendah untuk mencapai network tujuan.
c. Feasible Successor (FS):
Merupakan next hop / router yang memiliki path cadangan bebas loop menuju network yang sama seperti successor. (digunakan saat link down)
d. Feasibility Condition (FC):
ditemukan ketika jarak ke router tetangga dilaporkan ke sebuah network lebih sedikit dari feasible distance (FD) router lokal menuju network tujuan yang sama.
e. Reported Distance (RD):
Router / next hop yang menyampaikan jarak atau rute yang mana yang paling dekat yang dapat dilalui

5. Konfigurasi EIGRP
Terlebih dahulu masuk ke router eigrp dengan mengunakan perintah :
# Router (config)#router eigrp 1
1 => Autonomous System (AS) adalah kumpulan jaringan yang diatur (administered) oleh satu entitas. Routing dalam satu Autonomous System (intradomain routing) memiliki AS number yang sama dan dapat saling bertukar informasi. Sedangkan routing antar AS number yang berbeda (interdomain routing) memilki AS number yang berbeda dan tidak dapat saling bertukar informasi.
Setelah itu konfigurasi routing-nya dengan perintah :
# Router (config-router)#network [net_id]
net_id diisi dengan network yang terhubung langsung dengan masing-masing router

DYNAMIC ROUTING PROTOCOL : RIP (Routing Information Protocol)

1. Sejarah
Algoritma routing yang digunakan dalam RIP, algoritma Bellman-Ford, pertama kali digunakan dalam jaringan komputer pada tahun 1968, sebagai awal dari algoritma routing ARPANET.

Versi paling awal protokol khusus yang menjadi RIP adalah Gateway Information Protocol, sebagai bagian dari PARC Universal Packet internetworking protocol suite, yang dikembangkan di Xerox Parc. Sebuah versi yang bernama Routing Information Protocol, adalah bagian dari Xerox Network Services.

Sebuah versi dari RIP yang mendukung Internet Protocol (IP) kemudian dimasukkan dalam Berkeley Software Distribution (BSD) dari sistem operasi Unix. Ini dikenal sebagai daemon routed. Berbagai vendor lainnya membuat protokol routing yang diimplementasikan sendiri. Akhirnya, RFC 1058 menyatukan berbagai implementasi di bawah satu standar.

RIP (Routing Information Protocol) ini lahir dikarenakan RIP merupakan bagian utama dari Protokol Routing IGP (Interior Gateway Protocol) yang berfungsi menangani perutean dalam suatu sistem autonomous pada jaringan TCP/IP. Sistem autonomous adalah suatu sistem jaringan internet yang berada dalam satu kendali administrasi dan teknis.

2. Pengertian
RIP (Routing Information Protocol) adalah protokol routing dinamik yang berbasis distance vector. RIP menggunakan protokol UDP pada port 520 untuk mengirimkan informasi routing antar router. RIP menghitung routing terbaik berdasarkan perhitungan HOP. RIP membutuhkan waktu untuk melakukan converge. RIP membutuhkan power CPU yang rendah dan memory yang kecil daripada protokol yang lainnya.


3. Macam
a.) Versi_1
Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam RFC 1058 oleh Charles Hedrick pada tahun 1988.
• Kurang dukungan untuk Variable Length Subnet Mask (VLSM). Karakteristiknya adalah adanya clasfull routing protocol. Misalkan terdapat ip address 10.1.2.0 dianggap class A atau /8. Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki subnet berukuran berbeda dalam kelas jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua subnet dalam kelas jaringan harus memiliki ukuran yang sama.
• Pada RIP v1 tidak terjadi pengiriman subnet mask dalam routing update.

b.) Versi_2
• RIP versi 2 (RIP-2 atau RIPv2) berupaya untuk menghasilkan beberapa perbaikan atas RIP, yaitu dukungan untuk VLSM maupun CIDR

• RIP-2 dapat mengirimkan paket menggunakan multicast pada IP 224.0.0.9 sehingga tidak semua host perlu menerima dan memproses informasi routing. Hanya router-router yang menggunakan RIP-2 yang menerima informasi routing tersebut .

4. Kelemahan-Keunggulan
a. Kelebihan
RIP memakai metode distance-vector algoritma. Algoritma ini bekerja dengan menambahkan satu angka metrik kepada routing apabila melewati satu gateway. Satu kali data melewati satu gateway maka angka metriknya bertambah satu (atau dengan kata lain naik satu hop).
Untuk mencegah kasus menghitung-sampai-tak-hingga, RIP menggunakan metode Triggered Update. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update). Dengan demikian, router-router di jaringan dapat dengan cepat mengetahui perubahan yang terjadi dan meminimalkan kemungkinan routing loop terjadi.
Mendukung VLSM pada RIP-2 (classless)
RIP-2 dapat mengirimkan paket menggunakan multicast pada IP 224.0.0.9 sehingga tidak semua host perlu menerima dan memproses informasi routing. Hanya router-router yang menggunakan RIP-2 yang menerima informasi routing tersebut tanpa perlu mengganggu host-host lain dalam subnet.
b. Kekurangan
RIP hanya bisa menangani 15 hop, jika lebih maka host tujuan dianggap tidak dapat dijangkau. Oleh karena alasan tadi maka RIP tidak mungkin untuk diterapkan di sebuah jaringan yang besar.
Konvergensi yang lambat, untuk menghapus entry tabel routing yang bermasalah, RIP mempunyai metode yang tidak efesien. Misalkan subnet 3 bernilai 1 hop dari router 2 dan bernilai 2 hop dari router 3. Ini pada kondisi bagus, namun apabila router 1 crash, maka subnet 3 akan dihapus dari table routing kepunyaan router 2 sampai batas waktu 180 detik. Sementara itu, router 3 belum mengetahui bahwa subnet 3 tidak terjangkau, ia masih mempunyai table routing yang lama yang menyatakan subnet 3 sejauh 2 hop (yang melalui router 2). Waktu subnet 3 dihapus dari router 2, router 3 memberikan informasi ini kepada router 2 dan router 2 melihat bahwa subnet 3 bisa dijangkau lewat router 3 dengan 3 hop ( 2 + 1 ).Karena ini adalah routing baru maka ia akan memasukkannya ke dalam KRT(Kernel Routing Table). Berikutnya, router 2 akan mengupdate routing table dan memberikannya kepada router 3 bahwa subnet 3 bernilai 3 hop. Router 3 menerima dan menambahkan 1 hop lagi menjadi 4. Lalu tabel routing diupdate lagi dan router 2 meneriman informasi jalan menuju subnet 3 menjadi 5 hop. Demikian seterusnya sampai nilainya lebih dari 30. Routing atas terus menerus looping sampai nilainya lebih dari 30 hop.
Tidak mendukung VLSM pada RIP-1(classfull)
RIP-1 menggunakan alamat broadcast untuk mengirimkan informasi routing. Akibatnya, paket ini diterima oleh semua host yang berada dalam subnet tersebut dan menambah beban kerja host.

5. Karakteristik
a. RIP merupakan distance vector routing protocol.
b. Metric berdasarkan pada jumlah lompatan (hop count) untuk pemilihan jalur,
c. RIP menggunakan hop sebagai satu-satunya metrik untuk pemilihan path.
d. Dapat menyebabkan routing loop. Jika hop count lebih dari 15, maka paket dibuang,
e. Diiklankan rute dengan jumlah hop lebih besar dari 15 di luar jangkauan.
f. Jika hop count lebih dari 15, maka paket dibuang,
g. Menggunakan algoritma distance-vector (Bellman Ford).
h. Diameter jaringan terbatas.
i. Lambat mengetahui perubahan jaringan.
j. Menggunakan metrik tunggal.

6. Cara Kerja
Proses RIP beroperasi dari port 520 UDP; semua pesan RIP di enkapsulasi dalam sebuah segment UDP dengan kedua port source dan destination di set 520. RIP mendefinisikan 2 jenis pesan (message): Request messages dan Response messages. Request message digunakan untuk meminta router neighbor mengirimkan update. Response message membawa update. Metric yang digunakan oleh RIP adalah hop count, dengan 1 menandakan network yang terhubung langsung (directly connected) dan 16 menandakan network unreachable.

Pada saat pertama kali aktif, RIP mem-broadcast keluar sebuah paket yang membawa Request message melalui semua interface yang mengenable RIP. Proses RIP kemudian memasuki fase mendengarkan Request RIP atau mengirimkan Response message. Neighbor yang menerima pesan Request akan mengirimkan Response yang berisi tabel routing mereka.

Ketika router yang merequest menerima Response message, router akan memproses informasi yang ada didalamnya. Jika terdapat entri route tertentu yang belum dikenali, maka router akan memasukkannya kedalam tabel routing beserta address dari router yang meng-advertise paket. Jika terdapat entri route yang ternyata sudah ada didalam tabel routing, maka entri yang sudah ada akan digantikan hanya jika entri route yang baru memiliki hop count yang lebih rendah. Jika hop count yang baru lebih tinggi daripada hop count yang telah tersimpan dan paket update berasal dari router next-hop yang tersimpan dalam tabel, maka entri route akan ditandai sebagai unreachable selama waktu yang terdapat dalam holddown period. Jika holddown period telah berakhir dan neighbor yang sama masih tetap meng-advertise entri dengan hop count yang lebih tinggi tersebut, maka metric yang baru (yang lebih tinggi) akan diterima.
7. Kofigurasi di Packet Tracer
a. Desain

a. Konfigurasi IP pada Fastethernet Router
Router A
Router>ena
Router#conf terminal
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.10.10 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown

Router B
Router>ena
Router#conf terminal
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.12.12 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown

b. Konfigurasi IP Static
Router A
Router(config)#interface serial 2/0
Router(config-if)#ip address 200.200.200.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown

Router B
Router(config)#interface serial 2/0
Router(config-if)#ip address 200.200.200.2 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 4800
Router(config-if)#no shutdown

c. Berikan RIP
Router A
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 192.168.12.0
Router(config-router)#network 200.200.200.0

Router B
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 192.168.10.0
Router(config-router)#network 200.200.200.0


Wednesday, April 20, 2011

KONFIGURASI JARINGAN WIRELESS DENGAN MIKROTIK HOTSPOT SERVER

Sistem autentikasi hotspot biasa digunakan ketika kita akan menyediakan akses internet pada areal publik, seperti : Hotel, cafe, Kampus, airport, taman, mall dll. Ketika membuka halaman web maka router akan mengecek apakah user sudah di autentikasi atau belum. Jika belum melakukan autentikasi, maka user akan di arahkan pada hotspot login page yang mengharuskan mengisi username dan password. Jika informasi login yang dimasukkan sudah benar, maka router akan memasukkan user tersebut kedalam sistem hotspot dan client sudah bisa mengakses halaman web. Selain itu akan muncul popup windows berisi status ip address, byte rate dan time live. Penggunaan akses internet hotspot dapat dihitung berdasarkan waktu (time-based) dan data yang di download/upload (volume-based). Selain itu dapat juga dilakukan melimit bandwidth berdasarkan data rate, total data upload/download atau bisa juga di limit berdasarkan lama pemakaian.

1. DESAIN JARINGAN

2. LANGKAH KERJA

Setting di Mikrotik
- Setting IP Address pada Mikrotik dengan cara:
# ip address add address=192.168.1.105/24 interface=ether1
# ip address add address=20.20.5.1/28 interface=ether2
- Setting gateway pada Mikrotik dengan cara:
# ip route add gateway=192.168.1.1
- Kemudian lakukan perintah berikut:
# ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
- Setting DNS
# ip dns-set primary-dns=202.134.0.155 allow-remote-requests=yes
- Setting DHCP
# ip dhcp-server network add address=20.20.5.0/28 gateway=20.20.5.1 dns-server=202.134.0.155
# ip pool add name=dhcp-pool ranges=20.20.5.2-20.20.5.14
# ip dhcp-server add name=1316 disabled=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
- Setting Hotspot
# ip hotspot setup
# hotspot interface=ether2             => interface yg konek dengan LAN
# local address of network=20.20.5.1/28          => IP mikrotik yg konek dengan LAN
# masquerade network=yes
# address pool of network=20.20.5.2-20.20.5.14     => range DHCP
# select certificate=none
# ip address of smtp server=0.0.0.0          => IP Address Mail Server
# dns servers=202.134.0.155    => IP DNS Server
# dns name=blabla.net
# name of local hotspot user=admin     => user yg boleh mengakses jaringan
# password for the user=admin      => password untuk user

Setting Wireless Router sebagai Access Point
- Reset terlebih dahulu konfigurasi Wireless Router.
- Hubungkan Wireless Router dengan PC, dengan menghubungkan kabel UTP (warna biru) antara NIC pada PC dan port LAN pada Wireless Router.
- Jangan lupa untuk mensetting IP Address LAN pada PC secara dynamic.
- Buka dari web browser URL berikut: http://192.168.0.1
- Pilih menu Wireless Setup => Manual wireless connection setup.


- Isikan SSID pada kolom Wireless Network Name => Save Settings.


- Pilih menu Internet Setup. Check pada pilihan Enable Access Point mode => Save Settings.


Wireless Client
- Lakukan koneksi dengan wireless network klompok5.
- Lihat IP Address apakah DHCP sudah berjalan baik atau belum.
- Lakukan perintah ping. Namun untuk bisa ping ke gateway (IP Address Mikrotik) maka pada Mikrotik ip hotspot harus di disable terlebih dahulu. Cara mendisable IP hotspot pada Mikrotik:
# ip hotspot disable
isikan nomor ip hotspot yang ingin di-disable. Untuk dapat mengetahui nomor IP hotspot maka lakukan perintah:
# ip hotspot print
- Coba akses internet dengan mengunjungi situs tertentu, kemudian akan muncul halaman login Mikrotik. Isikan username dan password sesuai yang disetting di Mikrotik.
- Untuk mengedit halam utama login hotspot Mikrotik, gunakan FileZilla (hampir sama seperti WinSCP), kemudian edit file login.html dalam folder /hotspot.

3. MAC ADDRESS FILTERING
a.Menggunakan WinBox (pastikan sebelumnya login terlebih dahulu)
b.Klik IP → Hotspot
c.Pilih tab IP Bindings, klik tanda +
d.Muncul jendela Hotspot IP Bindings
e.Isi kolom MAC Address dengan MAC Address client
f.Pada kolom Address isikan dengan IP Address yang ingin kita berikan pada client tersebut
g.Pada Type pilih bypassed supaya pada saat terhubung dengan jaringan Wireless client dapat terkoneksi internet tanpa harus login terlebih dahulu
h.Klik Apply

Apabila berhasil, maka pada client yang MAC Address-nya terdaftar pada server jika akan mengakses suatu situs tertentu tidak akan muncul halaman login terlebih dahulu, namun langsung bisa terkoneksi dengan internet.

KONFIGURASI SNMP (SIMPLE NETWORK MANAGEMENT PROTOCOL) PADA LINUX DEBIAN LENNY 5.0

SNMP merupakan singkatan dari Simple Network Management Protocol yang dirancang untuk memudahkan dalam hal memonitor jaringan komputer. SNMP berjalan pada port 161 dan 162 UDP.

Elemen – elemen SNMP :

SNMP Manager:
Perangakat yang dapatberkomunikasidengan SNMP Agent untuk mengambi linformasi dari perangkat jaringn yang lain. Pada kenyataanya dapat berupa komputer biasa pada jaringan yang sudah dilengkapi perangkat lunak untuk monitoring jaringan. SNMP Manager akan mengambil informasi yang inginkan administrator saja bukan seluruh informasi yang ada di SNMP Agent.

Managed Device:
Perangkat jaringan yang memerlukan pengawasan atau monitoring seperti router, switch, server, workstation, printer, UPS dan lain lain.

SNMP Agent:
Perangkatlunak yang dijalankanpadatiapelemen yang diklola. SNMP Agent mengumpulkan basis data variable dariperangkatjaringan yang bersifatlokal

Management Information Base (MIB)
Merupakan struktur basis data variabel dari elemen jaringan yang dikelola. Struktur ini bersifat hierarki dan memiliki aturan sedemikian rupa sehingga informasi setiap variable dapat dikelola dengan mudah.

Struktur informasi dalam SNMP disimpan dalam bentuk variabel-variabel yang didefinisikan dalam MIB. Ada variabel yang berjenis teks, bilangan bulat atau integer, waktu, dan sebagainya. Jenis-jenis ini juga telah didefinisikan kedalam beberapa tipe data atau variabel.

Langkah-Langkah Konfigurasi SNMP dengan Debian Lenny 5.0:

1. Menginstall web server dengan perintah tasksel
debserv:~# tasksel
Kemudian pilih web server, kemudian OK.
2. Menginstall snmp dengan perintah
debserv:~# apt-get install snmpd snmp
3. Mengkonfigurasi snmpd. File konfigurasi snmpd terletak di /etc/snmp/snmpd.conf
Disarankan untuk membuat back up sebelum merubah semua file konfigurasi
debserv:~# cp /etc/snmp/snmpd.conf /etc/snmp/snmpd.conf.lawas

Edit file /etc/snmp/snmpd.conf
Caribagianini :


Ubah menjadi :


Simpan file tersebut dan restart service snmpd dengan perintah
debserv:~# /etc/init.d/snmpd restart

Periksa konfigurasi dengan perintah
debserv:~# snmpwalk -v1 -c public localhost system

4. Menginstall mrtgd engan perintah
debserv:~# apt-get install mrtg
Kemudian pilih Yes.

5. Mengkonfigurasi mrtg. File konfigurasi mrtg teletak di /etc/mrtg.cfg
Lakukan back up file konfigurasi
debserv:~# cp /etc/mrtg.cfg /etc/mrtg.cfg.lawas

Edit file /etc/mrtg.cfg
Tambahkan beberapa konfigurasi seperti berikut


6. Membuat file konfigurasi secara otomatis dengan perintah :
debserv:~# cfgmakerpublic@localhost> /etc/mrtg.cfg

Keterangan :
public@localhost = nama_comunity@nama_domain_atau_ip_address

7. Membuat file index di WorkDir sesuai dengan konfigurasi mrtg dengan perintah :
debserv:~# indexmaker /etc/mrtg.cfg > /var/www/mrtg/index.html

8. Jalankan mrtg
debserv:~# env LANG=C mrtg

9. Periksa mrtg dengan browser di workstation client dengan default url
http://ip_address/mrtg

FRAME RELAY

1. PENGERTIAN
Frame relay adalah teknologi komunikasi berkecepatan tinggi yang telah digunakan pada ribuan jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan LAN, SNA, Internet dan bahkan aplikasi suara/voice.
Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket.

2. PERANGKAT JARINGAN FRAME RELAY
Endpoint (PC, server, komputer host)
Perangkat akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD)
Perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1)
Dibagi menjadi 2 bagian
A. DTE (Data Terminating Equipment)
DTE adalah node, biasanya milik end-user dan perangkat internetworking. Perangkat DTE ini mencakup “endpoint” dan perangkat akses pada jaringan Frame Relay. DTE yang memulai suatu pertukaran informasi.
B. DCE (Data Communication Equipment)
DCE adalah perangkat “internetworking” . Perangkat-perangkat ini juga mencakup perangkat akses, teatpi terpusat di sekitar perangkat jaringan. DCE merespon pertukaran informasi yang dimulai oleh perangkat DTE.

3. KONEKTIVITAS FRAME RELAY
Frame relay adalah jalur/path logika yang telah didefinisikan dalam jaringan, jalur ini didasarkan pada konsep virtual circuit (VC).
VC adalah dua-arah (two-way), jalur data yang didefinisikan secara software antara dua port yang membentuk saluran khusus (private line) untuk pertukaran informasi dalam jaringan. Terdapat 2 jenis VC, diantaranya:

a. SVC (Switched Virtual Sircuit)
adalah koneksi sementara yang digunakan ketika terjadi transfer data antar perangkat DTE melewati jaringan Frame Relay.
Terdapat empat status pada sebuah SVC:
- Call Setup: Dalam status awal memulai komunikasi, virtual circuit (vc) antar dua perangkat DTE Frame Relay terbentuk.
- Data Transfer: Kemudian, data ditransfer antar perangkat DTE melalui virtual circuit (vc).
- Idling: Pada kondisi “idling”, koneksi masih ada dan terbuka, tetapi transfer data telah berhenti.
- Call Termination: Setelah koneksi “idle” untuk beberapa perioda waktu tertentu, koneksi antar dua DTE akan diputus.

b. PVC (Permanent Virtual Circuit)
PVC adalah jalur/path tetap, oleh karena itu tidak dibentuk berdasarkan permintaan atau berdasarkan “call-by-call”. Walaupun jalur aktual melalui jaringan berdasarkan variasi waktu ke waktu (TDM) tetapi “circuit” dari awal ke tujuan tidak akan berubah. PVC adalah koneksi permanen terus menerus seperti “dedicated point-to-point circuit”.

Perbandingan SVC dengan PVC:
- PVC lebih populer karena menyediakan alternatif yang lebih murah dibandingkan “leased line”. Berbeda dengan SVC, PVC tidak pernah putus (disconnect), oleh karena itu, tidak pernah terdapat status “call setup” dan “termination”. Hanya terdapat 2 status yaitu Data transfer dan Idling.

4. IMPLEMENTASI FRAME RELAY
Frame Relay dapat digunakan untuk jaringan publik dan jaringan “private” perusahaan atau organisasi.
a. Jaringan Publik
Pada jaringan publik Frame Relay,DCE berlokasi di kantor pusat (central) perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi. Pelanggan hanya membayar biaya berdasarkan pemakain jaringan, dan tidak dibebani administrasi dan pemeliharan perangkat jaringan Frame Relay.

b. Jaringan “Private”
Pada jaringan “private” Frame Relay, administrasi dan pemeliharaan jaringan adalah tanggungjawab perusahaan (private company). Trafik Frame Relay diteruskan melalui “interface” Frame Relay pada jaringan data. Trafik “Non-Frame Relay” diteruskan ke jasa atau aplikasi yang sesuai (seperti “private branch exchange” [PBX] untuk jasa telepon atau untuk aplikasi “video-teleconferencing”).

5. KELEBIHAN FRAME RELAY
- Untuk jaringan public, perusahaan akan mendapati biaya yang lebih murah karena hanya dibebankan untuk membayar sewa pemakaian jaringan saja, karena seluruh perangkat jaringan Frame Relay (Frame Relay switching equipment) terletak di kantor pusat Perusahaan Jasa Telekomunikasi.
- Untuk jaringan private, memiliki tingkat sekuriti yang tinggi karena seluruh proses menjadi hak sepenuhnya perusahaan, bgaimana mekanismenya semua diatur oleh perusahaan sendiri.
- adanya proses komunikasi yang ringan, penundaan lebih rendah dan laju penyelesaian yang lebih tinggi. Frame-relay dapat dipergunakan pada akses dengan kecepetan sampai 2 Mbps.

6. KEKURANGAN FRAME RELAY
keamanannya kurang karena seluruh proses komunikasi data ditangani oleh pihak penyedia jasa.(public)
semua beban administrasi dan maintenance ditanggungjawabkan kepada perusahaan itu sendiri, juga untuk pengadaan perangkat-perangkat jaringannya. Hal ini mengakibatkan untuk menggunakan jaringan private perusahaan harus menyediakan dana yang lebih karena biaya, administrasi, maintenance, pengadaan perangkat, dan sewa pemakaian jaringan menjadi tanggung jawab perusahaan.(private)
hilangnya kemampuan flow-control* dan error-control jalur demi jalur.
Frame relay dapat mendeteksi error tetapi tidak memperbaikinya, langsung membuangnya.

Wednesday, April 13, 2011

ADSL (Assymetric Digital Subscriber Line)

1. PENGERTIAN ADSL (ASSYMETRIC DIGITAL SUBSCRIBER LINE)
ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) adalah:
- Teknologi modem
- Kecepatan pentransferan data 1.5 Mbps sampai 8 Mbps.
- Mendukung implementasi layanan multimedia pada jaringan broadband dengan menggunakan satu pair kabel tembaga.
- Mempunyai kecepatan data yang berbeda untuk kirim (upstream) dan terima (downstream).


2. SEJARAH ADSL

3. KONFIGURASI DEFAULT ADSL

4. TAHAP PENGIRIMAN DATA

5. TEKNIK MODULASI
- CAP (Carierless Amplitude and Phase). Menggabungkan sinyal data upstream dan downstream, kemudian memisahkannya pada modem penerima dengan teknik echo cancellation. Membagi spektrum frekuensi yang dilalukan pada kabel ADSL menjadi kanal suara (0-4KHz), kanal upstream data (25-138KHz), dan kanal down stream data (240KHz ke atas). Pemisahan ini dimaksudkan untuk meminimalisasi kemungkinan interferensi antar kanal.
- DMT(Discrete Multitone). Membagi jalur data menjadi 247 Channel, dengan besar masing masing channel 4Khz. Dalam analogi sederhana, berarti ada 247 jalur koneksi yang dibuat oleh modem ADSL ke central office. Setiap channel di monitor, dan bila channel mengalami penurunan kualitas maka modem akan menggunakan channel lainnya. Penggantian channel ini dilakukan terus meneruh untuk mendapatkan channel yang terbaik untuk mentransmisikan data melalui kabel telepon tsb.

6. KELEBIHAN ADSL
 Dapat tersambung ke Internet, dan tetap dapat menggunakan telepon untuk menerima / menelepon.
 Kecepatan jauh lebih tinggi dari modem biasa.
 Tidak perlu kabel telepon baru, ADSL memungkinkan mengggunakan kabel telepon yang ada.
 Beberapa ISP ADSL akan memberikan modem ADSL sebagai bagian dari instalasi.
 Pembagian frekuensi menjadi dua, yaitu frekuensi tinggi untuk menghantarkan data, sementara frekuensi rendah untuk menghantarkan suara dan fax.
 Bagi pengguna di Indonesia yang memakai program Speedy, penggunaan ADSL membuat kegiatan internet menjadi jauh lebih murah.

7. KEKURANGAN ADSL
 Sambungan ADSL akan bekerja dengan sempurna jika lokasi kita cukup dekat dengan sentral telepon. Paling tidak dalam jarak 2-3 km bentangan kabel biasanya cukup aman untuk digunakan ADSL sampai kecepatan sekitar 8Mbps. Teknologi DSL yang baru dapat mengirimkan dapat pada kecepatan sangat tinggi s/d 100Mbps, tentu untuk jarak yang sangat pendek.
 Sambungan ADSL lebih cepat untuk menerima data daripada mengirim data melalui Internet.
 Kabel tembaga tua dapat menurunkan kualitas sambungan dan menurunkan kecepatan.
 Pada saat musim hujan, air sangat menganggu kualitas kabel telepon. Apalagi kalau banjir dan menenggelamkan Rumah Kabel telepon, di jamin akan menambah redaman kabel dan akan mengurangi kualitas sambungan ADSL.
 Jasa ADSL tidak ada di wilayah yang tidak ada kabel telepon.

8. PENERAPAN ADSL
MULTI SERVICE SELECTION
ADSL menawarkan kepada pengguna untuk memilih layanan dari penyedia layanan. Kecepatan yang ditawarkan pun jauh lebih tinggi dibandingkan servis dial-up. Keuntungan-keuntungan yang diberikan adalah:
- Pelanggan diberikan kebebasan untuk memilih dari sekian banyak layanan yang disediakan
- Pelanggan dapat mengakses beberapa aplikasi sekaligus.

VIDEO CONFERENCING
Video conferencing memerlukan akses menuju media komunikasi dengan kecepatan tinggi. ADSL memberikan solusi yang optimum karena teknologi ini dapat memanfaatkan saluran telepon yang telah ada yang berjumlah kurang lebih 750 juta menuju tempat-tempat yang ada di seluruh dunia secara virtual.

VIDEO ON DEMAND

Saturday, April 02, 2011

Konfigurasi DHCP Server dengan RedHat 9.0

DHCP (Dynamic Configuration Protocol)

A. Pengertian
DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.
Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.

B. Cara Kerja DHCP
DHCP menggunakan 4 tahapan proses untuk memberikan konfigurasi nomor IP. (Jika Clietn punya NIC Card lebih dari satu dan perlu no IP lebih dari 1 maka proses DHCP dijalankan untuk setiap adaptor secara sendiri-sendiri) :

1. IP Least Request
Client meminta nomor IP ke server (Broadcast mencari DHCP server).
2. IP Least Offer
DHCP server (bisa satu atau lebih server jika memang ada 2 atau lebih DHCP server) yang mempunyai no IP memberikan penawaran ke client tersebut.
3. IP Lease Selection
Client memilih penawaran DHCP Server yng pertama diterima dan kembali melakukan broadcast dengan message menyetujui peminjaman tersebut kepada DHCP Server
4. IP Lease Acknowledge
DHCP Server yang menang memberikan jawaban atas pesan tersebut berupa konfirmasi no IP dan informasi lain kepada Client dengan sebuah ACKnowledgment. Kemudian client melakukan inisialisasi dengan mengikat (binding) nomor IP tersebut dan client dapat bekerja pada jaringan tersebut.
Sedangkan DHCP Server yang lain menarik tawarannya kembali.

C. Konfigurasi DHCP Server pada RedHat 9.0
1. Membuat file konfigurasi DHCP (/etc/dhcpd.conf) dengan meng-copy file contoh konfigurasi DHCP yang telah disediakan (/usr/share/doc/dhcp-3.0pl1/dhcpd.conf.sample).

# cp /usr/share/doc/dhcp-3.0pl1/dhcpd.conf.sample /etc/dhcpd.conf

2. Meng-edit file konfigurasi DHCP yaitu /etc/dhcpd.conf) dengan menggunakan Midnigt Commander (mc) atau bisa juga dengan menggunakan perintah vi.

#vi /etc/dhcpd.conf

3. Kemudian tambahkan konfigurasi sebagai berikut
ddns-update-style interim;
ignore client-updates;
subnet 10.252.105.0 netmask 255.255.255.0 {
#range IP yang digunakan
range 10.252.105.56 10.252.105.71
# default gateway
option routers 10.252.105.1;
#netmask
option subnet-mask 255.255.255.
#nama domain
option domain-name "eepis-its.edu
#ip dns server
option domain-name-servers 202.154.1
default-lease-time 21600;
max-lease-time 43200;
}


Keterangan:
a. Subnet ialah alamat network IP yang digunakan oleh server DHCP dan netmasknya.
b. Range ialah Jumlah IP yang dapat dibagikan dalam hal ini dituliskan IP berapa dan sampai berapa
c. default-lease-time ialah batas waktu penyewaan.
d. option routers ialah IP gateway yang di gunakan.
e. option domain-name-servers ialah IP DNS dari suatu ISP atau IP DNS komputer server local yang digunakan.
f. option domain-name “adhit.com” ialah suatu alamat domain

4. Mengaktifkan service DHCP server
a. Untuk mengaktifkan service DHCP server gunakan perintah berikut:

# service dhcpd start

b. Untuk mematikan service DHCP server gunakan perintah berikut:

# service dhcpd stop

c. Untuk me-restart service DHCP server gunakan perintah berikut:

# service dhcpd restart

d. Untuk melihat status service DHCP server apakah sudah running atau belum gunakan perintah berikut:

# service dhcpd status


5. Uji Coba DHCP Server
- Dengan mengkonfigurasi IP pada Client, denan masuk ke Network Properties dan check pada pilihan Obtain an IP Address Automatically. Kemudian lihat apakah client tersebut mendapatkan IP atau tidak.
- Bandingkan IP Client yang diberikan oleh server apakah sama dengan data pada file /var/lib/dhcp/dhcp.leases.

Saturday, February 12, 2011

SAMBA DENGAN LINUX DEBIAN ETCH

1. Install samba server pada Debian Etch
Install samba server pada Debian Etch bias dilakukan dengan cara mengetikka perintah berikut:

# apt-get install samba

2. Konfigurasi IP Address dilakukan saat penginstalan Debian Etch.

Konfigurasi IP Address
 Debian
- IP Address : 192.168.15.20
- Subnet Mask : 255.255.255.248

3. Buat 4 user samba
 Andi ; group siswa
 Budi ; group siswa
 Hadi ; group guru
 Jojo ; group guru

Langkah Pertama : Membuat Group siswa dan guru

# groupaddnamagroup
groupadd siswa  Menambah group siswa
groupadd guru  Menambah group guru

Langkah Kedua:
Menambah user pada masing-masing group

# Useradd-gnamagroupnamauser
Useradd –g siswa andi  Menambah user andi pada group siswa
Useradd –g siswa budi  Menambah user budi pada group siswa
Useradd –g guru hadi  Menambah user hadi pada group guru
Useradd –g guru jojo  Menambah user jojo pada group guru

Langkah ketiga : Menambah user Samba
# smbpasswd –a username
4. Sharing direktori:

a. /usr/share/doc dengan ketentuan : bisa diakses semua user dan read only
Edit smb.conf dengan cara masuk pada direktori /etc/samba kemudian pada file smb.conf tekan F4 untuk mengeditnya. Kemudian ketikkan file smb.conf (terakhir).

[doc]  nama folder yang akan muncul pada client
path = /usr/share/doc  lokasi direktori pada debian
read only = yes  bersifat read only
writeable = no  tidak punya kewenangan untuk menulis
validusers = hadi,jojo,budi,andi  user yang berwenang membuka folder tersebut.




Jangan lupa untuk merestart service sambanya dengan cara:

# /etc/init.d/samba restart

b. /home/data_guru dengan ketentuan : hanya bisa diakses oleh group guru saja dan writable
Buat folder data_guru pada folder /home dengan cara ketikkan perintah dibawah ini:

# mkdir data_guru

Kemudian edit file smb.conf dengan menambah script di bawah ini:

[DataGuru]  nama folder yang akan muncul pada client
path = /home/data_guru  lokasi direktori pada debian
browseable = yes
writeable = yes  punya kewenangan untuk menulis
validusers = hadi,jojo  user yang berwenang membuka folder tersebut.


Untuk membuat folder /home/data_guru dapat ditulisi (writable) gunakan perintah berikut:

# chmod –R 777 /home/data_guru

Jangan lupa untuk merestart service sambanya dengan cara:

# /etc/init.d/samba restart


c. /data/anggota dengan ketentuan bisa diakses oleh semua user tapi hanya bisa ditulisi oleh group guru saja.

Buat folder /data/anggota dengan cara:

# cd /data
# mkdir /anggota


Kemudian edit file smb.conf dengan menambah script di bawah ini:

[anggota]  nama folder yang akan muncul pada client
path = /data/anggota  lokasi direktori pada debian
browseable = yes
writelist = jojo, hadi  user yang punya kewenangan untuk menulis
validusers = hadi,jojo, budi, andi  user yang berwenang membuka folder tersebut.



Write list dimaksudkan untuk membatasi siapa saja yang berhak untuk menulisi folder tersebut, dalam hal ini jojo dan hadi.

Untuk membuat folder /data/anggota dapat ditulisi (writable) gunakan perintah berikut:

# chmod –R 777 /data/anggota

Jangan lupa untuk merestart service sambanya dengan cara:

# /etc/init.d/samba restart

Thursday, February 10, 2011

KONFIGURASI NFS DENGAN LINUX DEBIAN ETCH

NFS merupakan program aplikasi untuk memudahkan client dalam melakukan sharing file atau data. Melalui NFS, memungkinkan mesin Anda untuk melakukan mounting mesin orang lain atau server melalui remote. Sehingga bisa saling berbagi data atau menjalankan program aplikasi

KONFIGURASI NFS SERVER
Sebelum Anda menjalankan NFS, Anda harus melakukan beberapa
konfigurasi file,yaitu :
a. /etc/exports
b. /etc/hosts.allow
c. /etc/host.deny

1. Mengexport NFS Filesystems
a. Masuk ke konsol, login sebagai root
# login : root
# password : [password root]
b. Lakukan editing pada file /etc/exports.
# vim /etc/exports
c. Pada file /etc/exports, tambahkan direktori yang dishare
dan IP client.
# /usr/share/doc 10.252.108.2(ro) 10.252.108.3(ro)
10.252.108.4(ro)
# /home/siswa 10.252.108.2(rw) 10.252.108.3(rw)
10.252.108.4(rw)

d. Simpan
[Esc]:wq
2. Konfigurasi file /etc/hosts.deny.
digunakan untuk memblokir akses ke server terhadap semua IP yang ada
a. Editing file /etc/hosts.deny
# vim /etc/hosts.deny
b. Isi dengan
portmap:ALL
lockd:ALL
mountd:ALL
rquotad:ALL
statd:ALL
c. Simpan
[Esc]:wq
3. Konfigurasi file /etc/hosts.allow
digunakan untuk mengijinkan IP mana saja yang bisa
terhubung ke server.
a. Portmap
Jalankan service portmap
# /etc/init.d/portmap start
b. NFS
Jalankan service NFS
# /etc/init.d/nfs start
c. Pastikan program NFS dan portmap berjalan.
# rpcinfo -p
d. Menjalankan ulang export
# exportfs -ra
# exportfs

KONFIGURASI NFS CLIENT
IP client : 10.252.108.123
1. Pada konsol, login sebagai root
# login : root
# password : [password root]
2. Pastikan file /proc/filesystems ada baris berisi nfs.
# more /proc/filesystems
apa hasilnya ?
3. Mounting remote direktori
a. Pada konsol, login sebagai root
# login : root
# password : [password root]
b. Buat direktori baru pada direktori /mnt sebagai alias,
misalkan doc dan share
# cd /mnt
# mkdir /mnt/doc
# mkdir /mnt/share
c. Lakukan mounting pada direktori server.
# mount 10.252.108.1:/usr/share/doc/ /mnt/doc
# mount 10.252.108.1:/home/siswa /mnt/share
d. Untuk melakukan unmounting
# umount /mnt/doc
# umount /mnt/share
e. Untuk menjalankan mounting remote direktori secara
otomatis saat
komputer dinyalakan.
# vim /etc/fstab
Tambahkan dengan keterangan
10.252.108.1:/usr/share/doc/ /mnt/doc nfs ro 0 0
10.252.108.1:/home/siswa /mnt/share nfs rw 0 0

Tuesday, February 08, 2011

SISTEM KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER

Dalam suatu jaringan komputer, masalah keamanan dan kerahasiaan data merupakan aspek yang sangat penting. Hal tersebut tentu saja apabila informasi yang sangat rahasia dan sensitive diakses oleh orang-orang yang tidak mempunyai hak. Apabila hal tersebut sampai terjadi maka akan sangat merugikan baik dari pihak pengirim pesan, penerima pesan, maupun organisasinya. Jaringan komputer sangat rentan terhadap bahaya, seperti spyware dan Trojans, virus dan worm, hacker attack, wireless attack, pishing mail, dan spam mail, dll. Maka dari itu dalam suatu jaringan komputer sangat diperlukan suatu system keamanan jaringan komputer. Beberapa metode pengamanan data yang dapat dilakukan pada suatu jaringan komputer adalah:
1. Firewall
 Merupakan mekanisme kontrol akses pada level jaringan, dan sebagai penghambat yang dibangun untuk memisahkan jaringan privat dengan jaringan publik (Internet)
 Aplikasi firewall diimplementasikan pada : Router Access, ataupun Server Access atau beberapa Router Acess ataupun beberapa Server Access
 Menggunakan suatu (rule)/Policy berupa daftar akses (Access List), dan metode lain untuk menjamin keamanan jaringan privat
 Keberadaan firewall sangat penting bagi komputer atau jaringan komputer yang terhubung ke Internet atau terhubung ke suatu jaringan lain melalui jaringan publik, karena
apabila terjadi akses illegal (terjadi serangan) maka komputer atau jaringan komputer yang diserang bisa mengalami kerugian yang sangat besar seperti; hilangnya data, tercurinya data-data penting/rahasia, jaringan tidak berfungsi (down), pengeluaran untuk perbaikan jaringan, bahkan bisa merusak reputasi kita/perusahaan karena dianggap tidak aman dari serangan.
 Aplikasi firewall dikategorikan menjadi:
• Packet-filter-Based (Router, Cisco IOS, dll.) ->Stateless
Prinsip yang diguankan pada Packet-filter-Based adalah memperbolehkan (grant) atau membatalkan (deny) terhadap suatu access, dengan beberapa variabel:
- Source Address
- Destination Address
- Protocol (TCP/UDP)
- Port number (Jenis Layanan)
• Statefull packet-filter-based (Checkpoint FW-1, PIX, dll.)
Prinsip yang digunakan pada Statefull packet-filter-based adalah penapisan berdasar skenario protokol (IP, TCP, UDP, ICMP,dll), dengan memperhatikan request dan response.
• Proxy-based (NAI Gauntled, Axent Raptor, dll.)
 Jenis-jenis firewall
• Firewall Hardware
Firewall hardware cenderung lebih aman namun harga yang harus dibayar cenderung sangat tinggi sehingga hanya perusahaan-perusahaan besar atau instansi-instansi yang sangat rahasia saja yang menggunakannya.
• Firewall Software
Firewall software lebih murah dan relative mudah penggunaannya sehingga software firewall lebih disukai oleh perorangan, warnet, perusahaan menengah ke bawah maupun kampus. Saat ini bermunculan macam-macam software firewall yang diproduksi oleh produsen-produsen kenamaan terkenal Symantec, McAfee, BitDefender, Zone Alarm atau dari produsen sistem operasi seperti Microsoft.
 Fungsi Dasar Firewall
• Packet Filtering : Seluruh header dari paket data yang melewati firewall akan diperiksa, disini firewall membuat keputusan yang jelas/tegas untuk mengijinkan atau memblok setiap paket.
• Network Address Translation (NAT): dunia luar hanya akan melihat satu alamat IP di balik firewall, sedangkan komputer-komputer di jaringan internal dapat menggunakan alamat IP apapun yang diperbolehkan di jaringan internal, alamat sumber dan tujuan dari paket yang melalui jaringan secara otomatis di ubah (diarahkan) ke komputer tujuan (client misalnya) yang ada di jaringan internal oleh firewall.
• Aplication Proxy: Firewall mampu memeriksa lebih dari sekedar header suatu paket data, kemampuan ini menuntut firewall untuk mampu mendeteksi protocol aplikasi tertentu yang spesifik.
• Pemantauan dan pencatatan traffic: Mencatat apa-apa saja yang terjadi di firewall amatlah penting, sehingga bisa membantu kita untuk memperkirakan kemungkinan penjebolan keamanan atau memberikan umpan balik yang berguna tentang kinerja firewall.

2. Enkripsi
Enkripsi dalah sebuah proses yang melakukan perubahan sebuah kode dari yang bisa dimengerti menjadi sebuah kode yang tidak bisa dimengerti (tidak terbaca). Sebuah sistem pengkodean menggunakan suatu table atau kamus yang telah didefinisikan untuk mengganti kata dari informasi atau yang merupakan bagian dari informasi yang dikirim. Berbagai macam teknik enkripsi antara lain sebagai berikut:
a. Enkripsi Konvensional
b. Enkripsi Public Key

3. Intrusion Detection System
Sistem ini akan mendeteksi pola atau perilaku paket data yang masuk ke jaringan untuk beberapa waktu sehingga dapat dikenali apakah paket data tersebut merupakan kegiatan dari pihak yang tidak berhak atau bukan

4. Network Scanner
Scanner adalah sebuah program yang secara otomatis akan mendeteksi kelemahan-kelemahan (security weaknesses) sebuah komputer di jaringan local (local host) maupun komputer di jaringan dengan lokasi lain (remote host).

5. Packet Sniffing
Program ini berfungsi sebagai alat untuk memonitor jaringan komputer. Alat ini dapat diperasikan hampir pada seluruh tipe protokol seperti Ethernet, TCP/IP, IPX, dan lain-lain.
6. Authentication
 Pemahaman tentang personal dan jenis perangkat yang
dipergunakan untuk mengakses sistem. Hal yang menjadi perhatian utama dalam proses authentication adalah :
• Komponen informasi yang diketahui pengguna, seperti password atau nomor PIN
• Komponen informasi yang dimiliki oleh pengguna, seperti smart card atau hardware token.
• Komponen informasi yang secara natural dimiliki oleh pengguna, seperti fingerprint atau iris scan.
 Beberapa alternatif implementasi yang dapat dipilih pada proses online atuhentication diantaranya :
• Passwords, personal identification number (PINs) dan user identification (User ID).
Metode ini adalah model yang paling umum dipergunakan pada on-line transaction, terdapat beberapa hal penting yang menjadi kunci utama keberhasilan model authentication ini, yaitu :
- Panjang karakter ID (diperlukan manajemen jumlah minimum karakter bagi password
- Penggunaan verifikasi dengan model kamus bahasa, hal ini memaksa pengguna untuk tidak menggunakan serangkaian karakter yang terdefinisi sebagai suatu kalimat dalam kamus.
- Penerapan waktu kadaluarsa
- Pencatatan waktu login untuk proses audit sangat menguntungkan untuk penelusuran suatu tidak kejahatan dalam sistem.
• One-time password.
Seringkali kata password terlupakan oleh pengguna, hal ini merupakan suatu yang cukup riskan bagi metode pengamanan suatu aplikasi. Onetime password mencoba mengeliminasi resiko ini dengan mempergunakan perangkat keras yang mampu membangkitkan kode unik setiap pengguna memasuki aplikasi. Token password dibangkitkan dengan model symmetric key yang hanya akan valid pada saat itu saja.
• Challenge and response system
Model authentication ini dapat diimplementasikan dengan menggunakan cara manual (dengan form register) dan secara otomatis (menggunakan perangkat keras atau token). Secara manual pengguna akan memasukanID dan password, selanjutnya sistem akan secara acak menanyakan suatu informasi dari biodata yang terdapat dalam form registrasi. Sedangkan Proses secara otomatis melibatkan asymmetric cryptography dan user mempergunakan perangkat keras pembangkit sandi yang unik sesuai dengan yang diisukan oleh sistem.
• Cookies
Cookies adalah serangkaian informasi yang disimpan secara lokal dalam sistem pengguna. Informasi ini dikirimkan oleh situs web yang diakses oleh pengguna dan akan tersimpan serta valid dalam jangka waktu tertentu.
• Biometrics
Teknologi biometric menggunakan suatu ciri fisika atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh pengguna sistem. Sebagai contoh adalah : Iris Scan, Retina scan, Finger scan, hand geometry, voice verification dan dynamic signature verification. Seluruh metode tersebut mencoba menyajikan ciri fisik manusia ke dalam bentuk informasi digital yang dapat diinterpresikan oleh sistem serta dapat di identifikasi secara unik.
• Conventional encryption
Contentional encryption adalah suatu algoritma yang bekerja menyandikan suatu text. Beberapa referensi menyebutnya sebagai ‘symmetric cryptography’ sistem menggunakan secret key, dimana melibat perhitungan matematik untuk melakukan proses enkripsi dan dekripsi dari element informasi. Kelemahan dari metode ini adalah dari sisi pengguna diharuskan selalu menyimpan secret key untuk setiap transaksi sehingga dibutuhkan mekanisme distribusi yang aman, hal ini tentunya membutuhkan sumberdaya yang tidak sedikit.
• Public key crytography (digital ceritificates)/Public key infrastructure (PKI)
Permasalahan pendistribusian secret key yang terjadi pada model conventional encryption dapat diselesaikan dengan penggunaan public key cryptography. Public key crypthography menggunakan pasangan kunci terpisah untuk melakukan proses validasi. Pasangan kunci ini dinyatakan sebagai public key dan private key. Public key berfungsi menangani proses enkripsi dengan cara sebagai berikut: Pada saat penggunakan pasangan kunci authentication, pengguna menyebarkan informasi public key ke seluruh komponen sistem, jika terdapat sebuah modul sistem yang memiliki public key yang sama maka modul sistem mampu mendekripsi public key yang dikirim serta memberikan penjaminan untuk pengiriman private key yang dipergunakan pada proses dekripsi level berikutnya.
• Pretty good privacy (PGP)
PGP adalah sebuah aplikasi enkripsi yang diperuntuk bagi sekelompok kecil orang yang ingin bertukar informasi secara aman. Proses ini sepenuhnya dilakukan dengan pertukaran private key di antara sesame pengguna.
• Secure socket layer (SSL) dan Transport Layer Security (TLS)
SSL protokol adalah satu set aturan komunikasi yang sepenuhnya disandikan dan hanya dapat dipahami oleh pengguna dan server yang sedang berkomunikasi. Protokol ini dikembangkan untuk mengamankan transmisi data penting pada jaringan internet.

JENIS ANCAMAN ATAU SERANGAN JARINGAN KOMPUTER

1. Spyware dan Trojans
Spyware dan trojan horse adalah program komputer yang biasanya tanpa sengaja terinstal untuk melakukan perusakan, penyalinan dan/atau pengintipan aktifitas sebuah komputer, sehingga segala aktifitas kita saat menggunakan komputer dapat dipantau, di-copy atau didalangi dari tempat lain.
Spyware dan trojans biasanya terinstal karena ketidak-telitian pengguna komputer saat meng-klik suatu pop-up atau browsing internet.
2. Virus dan worm
Virus dan worm adalah sebuah program komputer aktif yang biasanya tersembunyi dan membahayakan karena bersifat merusak komputer. Virus dapat menginfeksi program komputer lain dan/atau file data serta dapat terdistribusi ke komputer lain dengan membonceng pendistribusian file/program lain.
3. Hacker attack
Hacker adalah seseorang atau beberapa orang yang ahli dan mengetahui seluk beluk komputer baik software, hardware, keamanan atau jaringannya.
Hacker sering dikonotasikan sebagai penjahat di dunia komputer. Namun sesungguhnya tidak semua hacker melakukan kejahatan, terdapat pula hacker yang memang
berfungsi sebagai peneliti dan pengembang dengan cara menelusuri lubang-lubang keamanan sebuah software atau jaringan komputer.
4. Wireless attack
Dengan kehadiran prosesor dan software sistem operasi terbaru, teknologi wireless telah mulai menjadi “barang biasa”. Wireless sangat menguntungkan dari segi problem pemasangan kabel dan kabel yang semrawut. Namun bila tidak hati-hati, seseorang dalam jangkauan area wireless tersebut dapat “mencuri” bandwidth kita. Bahkan orang tak dikenal tersebut dapat menjelajahi komputer dalam jaringan wireless tersebut, sebab orang tak dikenal itu berada “didalam” jaringan.
5. Phishing mail
Phising mail adalah sebuah email yang seolah-olah dikirim dari bank tempat kita menyimpan uang, dari situs tempat kita membeli barang secara on-line dan lain-lain yang mirip-mirip seperti itu.
Bila kita log-in kedalam situs gadungan tersebut maka situs itu akan mencuri username dan password yang akan merugikan kita
6. Spam mail
Spam mail atau junk mail atau bulk mail biasanya berupa e-mail yang dikirim secara serentak ke beberapa alamat yang berisi pesan penawaran, tipuan dan lain-lain yang biasanya kurang berguna bagi penerimanya.
7. MAC address spoofing
Paket data yang ditransmisikan dalam jaringan selalu didahului oleh packet header. Packet header ini berisi source dan informasi tujuannya, agar paket tersebut dapat ditransmisikan dengan efisien. Hackers seringkali memanfaatkan informasi tersebut untuk melakukan spoof (mengambil) MAC address yang ada di dalam jaringan. Dengan MAC address hasil spoof ini, hackers dapat menangkap informasi yang sesungguhnya diperuntukkan untuk orang lain.
8. Data sniffing
Data sniffing adalah salah satu metode hackers untuk mendapatkan data dalam jaringan
yang tidak diberi pengaman. Banyak tools yang dibuat untuk melakukan kegiatan ini yang memungkinkan seseorang dapat membuka data dengan sangat jelas.
9. Man in the middle attack
Sekali hackers sukses melakukan spoof dan snif maka hackers telah menjadi man in the middle attack. Dan data yang ditransmisikan menjadi tidak dapat dijamin keamanannya dan keotentikannya.
10. Denial of Services (DoS)
Deniel of Services (DoS) ini adalah salah satu ancaman keamanan jaringan yang membuat suatu layanan jaringan jadi mampet, serangan yang membuat jaringan anda tidak bisa diakses atau serangan yang membuat system anda tidak bisa memproses atau merespon terhadap traffic yang legitimasi atau permintaan layanan terhadap object dan resource jaringan. Bentuk umum dari serangan Denial of Services ini adalah dengan cara mengirim paket data dalam jumlah yang sangat bersar terhadap suatu server dimana server tersebut tidak bisa memproses semuanya. Bentuk lain dari serangan keamanan jaringan Denial of Services ini adalah memanfaatkan telah diketahuinya celah yang rentan dari suatu operating system, layanan-2, atau applikasi-2. Exploitasi terhadap celah atau titik lemah system ini bisa sering menyebabkan system crash atau pemakaian 100% CPU.
Tidak semua Denial of Services ini adalah merupakan akibat dari serangan keamanan jaringan. Error dalam coding suatu program bisa saja mengakibatkan kondisi yang disebut DoS ini. Disamping itu ada beberapa jenis DoS seperti:
 Distributed Denial of Services (DDoS), terjadi saat penyerang berhasil meng-kompromi beberapa layanan system dan menggunakannya atau memanfaatkannya sebagai pusat untuk menyebarkan serangan terhadap korban lain.
 Ancaman keamanan jaringan Distributed refelective deniel of service (DRDoS) memanfaatkan operasi normal dari layanan Internet, seperti protocol-2 update DNS dan router. DRDoS ini menyerang fungsi dengan mengirim update, sesi, dalam jumlah yang sangat besar kepada berbagai macam layanan server atau router dengan menggunakan address spoofing kepada target korban.
 Serangan keamanan jaringan dengan membanjiri sinyal SYN kepada system yang menggunakan protocol TCP/IP dengan melakukan inisiasi sesi komunikasi. Seperti kita ketahui, sebuah client mengirim paket SYN kepada server, server akan merespon dengan paket SYN/ACK kepada client tadi, kemudian client tadi merespon balik juga dengan paket ACK kepada server. Ini proses terbentuknya sesi komunikasi yang disebut Three-Way handshake yang dipakai untuk transfer data sampai sesi tersebut berakhir. Kebanjiran SYN terjadi ketika melimpahnya paket SYN dikirim ke server, tetapi si pengirim tidak pernah membalas dengan paket akhir ACK.
 Serangan keamanan jaringan dalam bentuk Smurf Attack terjadi ketika sebuah server digunakan untuk membanjiri korban dengan data sampah yang tidak berguna. Server atau jaringan yang dipakai menghasilkan response paket yang banyak seperti ICMP ECHO paket atau UDP paket dari satu paket yang dikirim. Serangan yang umum adalah dengan jalan mengirimkan broadcast kepada segmen jaringan sehingga semua node dalam jaringan akan menerima paket broadcast ini, sehingga setiap node akan merespon balik dengan satu atau lebih paket respon.
 Serangan keamanan jaringan Ping of Death, adalah serangan ping yang oversize. Dengan menggunakan tool khusus, si penyerang dapat mengirimkan paket ping oversized yang banyak sekali kepada korbannya. Dalam banyak kasus system yang diserang mencoba memproses data tersebut, error terjadi yang menyebabkan system crash, freeze atau reboot. Ping of Death ini tak lebih dari semacam serangan Buffer overflow akan tetapi karena system yang diserang sering jadi down, maka disebut DoS attack.
 Stream Attack terjadi saat banyak jumlah paket yang besar dikirim menuju ke port pada system korban menggunakan sumber nomor yang random.
11. Spoofing
Spoofing adalah seni untuk menjelma menjadi sesuatu yang lain. Spoofing attack terdiri dari IP address dan node source atau tujuan yang asli atau yang valid diganti dengan IP address atau node source atau tujuan yang lain.
12. Serangan Man-in-the-middle
Serangan keamanan jaringan Man-in-the-middle (serangan pembajakan) terjadi saat user perusak dapat memposisikan diantara dua titik link komunikasi.
• Dengan jalan mengkopy atau menyusup traffic antara dua party, hal ini pada dasarnya merupakan serangan penyusup.
• Para penyerang memposisikan dirinya dalam garis komunikasi dimana dia bertindak sebagai proxy atau mekanisme store-and-forwad (simpan dan lepaskan).
Para penyerang ini tidak tampak pada kedua sisi link komunikasi ini dan bisa mengubah isi dan arah traffic. Dengan cara ini para penyerang bisa menangkap logon credensial atau data sensitive ataupun mampu mengubah isi pesan dari kedua titik komunikasi ini.
13. Spamming
Spam yang umum dijabarkan sebagai email yang tak diundang ini, newsgroup, atau pesan diskusi forum. Spam bisa merupakan iklan dari vendor atau bisa berisi kuda Trojan. Spam pada umumnya bukan merupakan serangan keamanan jaringan akan tetapi hampir mirip DoS.
14. Sniffer
Suatu serangan keamanan jaringan dalam bentuk Sniffer (atau dikenal sebagai snooping attack) merupakan kegiatan user perusak yang ingin mendapatkan informasi tentang jaringan atau traffic lewat jaringan tersebut. suatu Sniffer sering merupakan program penangkap paket yang bisa menduplikasikan isi paket yang lewat media jaringan kedalam file. Serangan Sniffer sering difokuskan pada koneksi awal antara client dan server untuk mendapatkan logon credensial, kunci rahasia, password dan lainnya.
15. Crackers
Ancaman keamanan jaringan Crackers adalah user perusak yang bermaksud menyerang suatu system atau seseorang. Cracker bisasanya termotivasi oleh ego, power, atau ingin mendapatkan pengakuan. Akibat dari kegiatan hacker bisa berupa pencurian (data, ide, dll), disable system, kompromi keamanan, opini negative public, kehilangan pasar saham, mengurangi keuntungan, dan kehilangan produktifitas.
16. Bacteria
Bacteria adalah program yang mengkonsumsi sumber daya sistem dengan mereplikasi dirinya sendiri.
Bacteria tidak secara eksplisit merusak file.
Bacteria bereproduksi secara eksponensial, dengan cepat mengambil alih seluruh kapasitas pemroses, memori atau ruang disk, mengakibatkan penolakan pengaksesan pemakai
ke sumber daya.
17. Logic Bomb
Logic Bomb adalah logik yang ditempelkan pada program komputer agar memeriksa suatu kompulan kondisi di sistem. Ketika kondisi-kondisi terpenuhi, logik mengeksekusi suatu fungsi yang menghasilkan aksi-aksi tak terotorisasi.
18. Trapdoor
Trapdoor adalah titik masuk tak terdokumentasi rahasia di suatu program untuk memberikan akses tanpa metodemetode otentifikasi normal. Trapdoor telah dipakai secara benar selama bertahun-tahun oleh pemrogram untuk mencari kesalahan program. Trapdoor menjadi ancaman ketika digunakan pemrogram jahat untuk memperoleh pengaksesan tak diotorisasi
19. Joycomputing, diartikan sebagai perbuatan seseorang yang menggunakan komputer secara tidak sah atau tanpa ijin dan menggunakannya dengan melampaui wewenang yang diberikan. Tindakan ini dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pencurian (Pasal 362 KUHP).
20. Data Leakage, diartikan sebagai pembocoran data rahasia yang dilakukan dengan cara menulis data-data rahasia tersebut kedalam kode-kode tertentu sehingga data dapat dibawa keluar tanpa diketahui pihak yang bertanggungjawab. Tindakan ini dapat dikategorikan sebagai tindak pidana terhadap keamanan negara (Pasal 112, 113 dan 114 KUHP) dan tindak pidana membuka rahasia perusahaan atau kewajiban menyimpan rahasia profesi atau jabatan (Pasal 322 dan 323 KUHP).
21. Data diddling, diartikan sebagai suatu perbuatan yang mengubah data valid atau sah dengan cara yang tidak sah, yaitu dengan mengubah input data atau output data. Tindakan ini dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pemalsuan surat (Pasal 263 KUHP). Upaya yang dilakukan oleh BPHN yang melakukan penafsiran terhadap berbagai ketentuan yang ada khususnya ketentuan KUHP terhadap aktivitas cybercrime, kiranya sudah cukup baik dalam upaya menanggulangi aktivitas cybercrime yang sudah sangat nyata berada di tengah-tengah kita, meskipun baru sebatas suatu upaya untuk mengisi kekosongan hukum. Akan tetapi sebagaimana telah disebutkan di muka, perbedaan konsep mengenai ruang dan waktu dari ketentuan hukum Pidana dengan sifat khas dari cybercrime, dapat membawa kesulitan dalam penerapannya, bahkan untuk beberapa pasal penerapan KUHP terhadap aktivitas di cyberspace patut untuk dipertanyakan.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes